Selasa, 03 Mei 2016

Ilmu Pendidikan Islam : Etika,Moral dan Akhlak

A.    Pengertian Etika, Moral, danAkhlak

1.      Akhlak

Secara etimologi akhlak berasal dari bahasa arab akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan, jama’nya khuluqun yang berarti perangai (al-sajiyah), adat kebiasaan (al’adat), budi pekerti, tingkah laku atau tabiat (ath-thabi’ah), perbedaan yang baik (al-maru’ah), dan agama (ad-din).[1]Akhlak adalah suatu istilah agama yang dipakai menilai perbuatan manusia apakah itu baik, atau buruk. Sedangkan ilmu akhlak adalah suatu ilmu pengetahuan agama islam yang berguna untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada manusia, bagaimana cara berbuat kebaikan dan menghindarkan keburukan. Dalam hal ini  dapat dikemukakan contohnya:a.       Perbuatan baik termasuk akhlak, karena membicarakan nilai atau kriteria suatu perbuatan.b.      Perbuatan itu sesuai dengan petunjuk Ilmu Akhlak; ini termasuk ilmunya, karena membicarakan ilmu yang telah dipelajari oleh manusia untuk melakukan suatu perbuatan.[2]Adapun ayat yang menjelaskan tentang akhlak yaitu terdapat dalam (Q.S. Al-Ahzab:21)
 Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang         baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan         (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”.[3] Sedangkanpengertianakhlaksecaraterminologidapatdilihatdaribeberapapendapat para ahli :
A.    Ibnu MaskawaihMenyebutkan bahwa akhlak yaitu keadaan jiwa yang mendorong atau mengajak melakukan sesuatu perbuatan tanpa melalui proses berpikir, dan pertimbangan terlebih dahulu. B.     Prof. Dr. Ahmad AminAkhlak menurut Prof. Dr. Ahmad Amin yaitu suatu ilmu yang menjelaskan baik dan buruk, menerangkan yang harus dilakukan, menyatakan tujuan yang harus dituju dan menunjukkan apa yang harus di perbuat.Didalam buku akhlak dalam berbagai dimensi, akhlak yaitu sifat-sifat yang berurat berakar dalam diri manusia, serta berdasarkan dorongan dan pertimbangan sifat tersebut,  dapat dikatakan bahwa perbuatan tersebut baik atau buruknya dalam pandangan manusia.[4]Dari definisi berbagai pendapat di atas, dapat kita simpulkan bahwa akhlak adalah keadaan jiwa yang mendorong melakukan suatu perbuatan secara spontan tanpa pertimbangan dan proses berfikir terlebih dahulu dan tanpa ada unsur paksaan.Doronganjiwa yang melahirkanperbuatanmanusiapadadasarnyabersumberdarikekuatanbatin yang dimilikiolehsetiapmanusia, yaitu :
1)      Tabiat(pembawaan); yaitusuatudoronganjiwa yang tidakdipengaruhiolehlingkunganmanusia, tetapidisebabkanolehnaluri(gharizah) dan factor warisansifat-sifatdari orang tuanyaataunenekmoyangnya.
2)      Akal pikiran; yaitudoronganjiwa yang dipengaruhiolehlingkunganmanusiasetelahmelihatsesuatu, mendengarkanya, merasakansertamerabanya. Alatkejiwaninihanyadapatmenilaisesuatu yang lahir (yang nyata)Hatinurani; yaitudoronganjiwa yang hanyaberpengaruholehalatkejiwaan yang dapatmenilaihal-hal yang sifatnyaabsrak (yang batin) karenadoronganinimendapatkanketerangan(ilham) dariallahswt.
 Rasulullahsallallahu 'alaihiwasallambersabda:
 إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ"Sesungguhnyasalatku, ibadahku, hidupku, danmatikuhanyauntuk Allah Rabbsemestaalamtiadasekutubagi-Nya, dandemikianlahakudiperintahkandanakubagiandari orang Islam, Ya Allah berilahakuamalan yang terbaikdanakhlak yang paling mulia, tiada yang bisamemberi yang terbaikselainEngkau, danlindungilahakudariamalandanakhlak yang buruk, tidakada yang bisamelindungikudarihal yang burukselainEngkau". (Sunan An-Nasa'i: Sahih) Hadisttersebutmenjelaskanbetapapentingnyaakhlakmuliaitu, terutamauntukumatislamsaatini. Akhlakmuliamerupakancerminseorangmuslim, mencerminkankesucianhatidanfikirannya, sedangkanakhlakburukmencerminkaanseseorang yang telahgelaphatinyasehinggaiatidakbisamenentukanmana yang baikdanburukbaginyakarenakeburukanitutelahmendarahdagingdalamdirinya.
Beberapa ciri-ciri khusus dari akhlak yaitu:a.       Akhlak mempunyai suatu sifat yang teranam kuat di dalam jiwa atau lubuk hati seseorang yang menjadi kepribadiannya dan itu akan membuat berbeda dengan orang lain.b.      Akhlak mengandung perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, dalam keadaan bagaimana pun juga. Dengan kata lain akhlak merupakan adat kebiasaan yang selalu dilakukan oleh seseorang.c.       Akhlak mengandung perbuatan yang dilakukan karena kesadaran sendiri, bukan karena di paksa, atau mendapatkan tekanan dan intimidasi dari orang lain.d.      Akhlak merupakan manifestasi dari perbuatan yang tulus ikhlas, tidak di buat-buat.[5]   B. PerbedaanEtika, Mora danAkhlak1. AkhlaqMenurut pendekatan etimologi, perkataan “akhlaq” berasal dari bahasa arab jama’ dari bentuk mufrodnya خلق yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.
Menurut ibnu athir dalam bukunya an-nihayah menerangkan bahwa hakikat makna khuluq ialah gambaran batin manusia yang tepat (yaitu jiwa dan sifat-sifatnya), sedangkan khalqu merupakan gambaran bentuk luarnya (yaitu yang berhubungan dengan jasad/badan).Menurut abd. Hamid Yunus akhlaq adalahakhlaq ialah segala sifat manusia yang mendidik”.
 Adapun untuk definisi akhlak secara istilah adalah sebagai berikut:
a.       Menurut ibnu miskawaih, yang dimaksud dengan akhlaq adalah“Keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu”.
 b.      Menurut Imam Al-Ghazali, yang dimaksud dengan akhlaq adalah Akhlaq ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran (lebih dulu)”.
c.       Menurut Prof. Dr. Ahmad Amin, yang dimaksud dengan akhlaq adalah“Sementara orang mengetahui bahwa yang disebut akhlaq ialah kehendak yang dibiasakan. Artinya, kehendak itu bila membiasakan sesuatu, kebiasaan itu dinamakan akhlaq.” Menurut beberapapengertian di atas, ilmuakhlaqitumengandungunsur-unsursebagaiberikut:a.       Menjelaskan baik dan buruk.
b.      Menerangkan apa yang seharusnya dilakukan seseorang serta bagaimana cara kita bersikap antar sesama.
c.       Mmenjelaskan mana yang patut kita perbuat.
d.      Menunjukkan jalan lurus yang hendak kita lewati.
   Dari beberapa pengertian di atasjugadapatdisimpulkanbahwaterdapat 4 ciri-ciri yang terdapatdalamperbuatanakhlak, yaitu:a.       Perbuatanakhlaqadalahperbuatan yang telahtertanamkuatdalamjiwaseseorangsehinggatelahmenjadikepribbadiannya.
b.      Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah tanpa pemikiran.
c.       Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar.
d.      Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya, bukan main-main atau karena sandiwara.
e.       Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan karena ikhlas ssemata-mata karena Allah.
Berdasarkanbeberapabahasan yang berkaitandenganilmuakhlaq, makadapatdipahamibahwaobjek (lapangan/sasaran) pembahasanilmuakhlaqituialahtindakan-tindakanseseorang yang dapat di berikannilaibaikatauburuknya, yaituperkataandanperbuatan yang termasukkedalamkategoriperbuatanakhlaq. 2.      EtikaSecara etimologis, etika berasal dari bahasa latin, etos, yang berarti kebiasaan. Berasal dari bahasa yunani, yaitu ethos yang memiliki pengertian adat istiadat (kebiasaan), perasaan batin kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan. Dalam kajian filsafat, etika merupakan bagian dari filsafat yang mencakup meta fisika, kosmologi, psikologi, logika, hukum, sosiologi, ilmu sejarah dan estetika.Dari  pandangan filosofis Epikuros, dapat di ambil suatu pemahaman tentang arti etika, yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan nilai-nilai tindakan manusia yang menurut ukuran rasio dinyatakan  dan diakui sebagai sesuatu yang subtansinya paling benar. Kaidah-kaidah kebenaran dari yindakan digali oleh akal sehat manusia dan distandardisasi menurut ukuran yang rasional, seperti sumber kebenaran adalah jiwa, nilai kebenaran jiwa itu kekal, segala yang tidak kekal pada dasarnya bukan kebenaran subtansial.Pandangan yang berhubungan dengan pengertian etika di atas, dapat diambil sebagai suatu pemahaman bahwa etika adalah cara pandang manusia tentang tingklah laku yang baik dan benar, dan dari cara pandang itu dapat digali dari beberapa sumber, kemudian dijadikan sebagaio tolak ukur bagi suatu tindakan dengan pendekatan yang rasional dan filosofis.Dari bebearapa definisi etika tersebut, dapat diketahui bahwa etika berhubungan dengan 4 hal sebagai berikuta.       Dari segi objek pembahasannya, etika berupaya membahas perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
b.      Dari segi sumbernya, etika bersumber pada akal pikiran atau filsafat.
c.       Dari segi fungsinya etika berfungsi sebagai penilai, penentu, dan penetap terhadap suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
d.      Dari segi sifatnya, etika bersifat relatif yakni  sesuai dengan tuntutan zaman.
 3.      MoralKata moral berasal dari bahasa latin “mores” kata jama’ dari “mos” berarti adat kebiasaan. Dalam bahasa indonesia, moral diterjemahkan dengan arti tata susila. Moral adalah perbuatan baik dan buruk yang didasarkan pada kesepakatan masyarakat. Moral merupakan istilah tentang perilaku atau akhlak yang diterapkan kepada manusia sebagai individu maupun sebagai sosial.Sidi gazalba mengatakan, moral ialah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan yang wajar. Untuk itu dia, menyimpulkan bahwaa moral itu adalah suatu tindakan yang sesuai dengan ukuran tindakan yang umum diterima oleh kesatuan sosial atau lingkungan tertentu.Fran magnis suseno menjelaskan bahwa kata moral selalu mengacu kepada baik buruknya sebagai seorang manusia. Bidang moral adalah kehidupan manusia dilihat dari segi kebaikannya sebagai manusia.                                                                                                         
   B. Ruang Lingkup AkhlakRuang lingkup ilmu akhlak adalah pembahasan tentang perbuatan-perbuatan manusia, kemudian menetapkannya apakah perbuatan itu tergolong baik atau tergolong buruk. IlmuAkhlakdapat pula disebutsebagaiilmu yang berisipembahasandalamupayamengenaltingkahlakumanusia, obyekpembahasanilmuakhlakberkaitandengannormaataupenilaianterhadapsuatuperbuatan yang dilakukanolehseseorang. Jikakita katakana baikatauburuk, makaukuran yang harusdigunakanadalahukuran normative.
Pokok-pokokmasalah yang dibahasdalamilmuakhlakpadaintinyaadalahperbuatanmanusia yang baikmaupun yang buruksebagaiindividumaupunsosial. Tapi sebagian orang juga menyebutkan ilmu akhlak adalah tingkah laku manusia, namun perlu ditegaskan bahwa yang dijadikan obyek kajian ilmu akhlak adalah perbuatan yang dilakukan atas kehendakdankemauan, sebenarnya mendarah daging dan telah dilakukan secara continue atau terus menerus sehingga mentradisi dalam kehidupannya.Banyakcontohperbuatan yang termasukperbuatanakhlakdanbegitujugasebaliknya. Seseorang yang membangun masjid, gedung sekolah, rumah sakit, jalan raya, dan pos keamanan termasuk perbuatan akhlak yang baikkarenaituberdasarkankemauanmanusiaitusendiri yang telahdipersiapakansebelumnya. Tetapijika seseorang yang memicingkan mata dengan tiba-tiba padawaktubendaberpindahdarigelapketerang, ataumenariktanganpada waktu tersengat api atau binatang buas, bernapas, hati yang berubah rubah, orang yang menjadi ibu-bapak kita, tempat tinggal kita, kebangsaan kita,warna kulit kita, dan tumpah darah kita itu tidak termasuk perbuatan akhlak karena semua itu diluar perencanaan, kehendak  atau pilihan kita.Jadi sekarang kita bisa memahami yang dimaksud ilmu akhlak adalah ilmu yang mengkaji suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia yang dalam keadaan sadar, kemauan sendiri, tidak terpaksa, dan sungguh-sungguh atau sebenarnya bukan perbuatan yang pura-pura. Perbuatan-perbuatan demikian selanjutnya diberi nilai baik atau buruk.[6]                                                                                                                     
         BAB III 
PENUTUP 

A.    Kesimpulan
Akhlak adalah keadaan jiwa yang mendorong melakukan suatu perbuatan secara spontan tanpa pertimbangan dan proses berfikir terlebih dahulu dan tanpa ada unsur paksaan. ilmu akhlak adalah suatu ilmu pengetahuan agama islam yang berguna untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada manusia, bagaimana cara berbuat kebaikan dan menghindarkan keburukan Akhlak pun memilikikaitaneratdenganetika, moral, kesusilaan dan kesopanan.
Pembahasanmengenai ruang lingkup ilmu akhlak adalah tentang perbuatan-perbuatan manusia yang mendorongkepadabaikatauburuknya. . ilmu akhlak bukanlah tingkah laku manusia melainkan perbuatan yang dilakukan atas kemauan manusiaitusendiri yang selalu dilakukannya dan kemudian mendarah dagingdalamdirimanusia itu sendiri.


              DAFTAR PUTAKA

 Mahjudin. 2009. AkhlakTasawuf I. Jakarta :KalamMulia.
Nata, Abuddin. 2009. AkhlakTasawuf.Jakarta :Rajawali Pers. Tiswarni. 2007. AkhlakTasawuf.Jakarta :BinaPratama
Zahri, Mustafa. 1995. KunciMemahamiIlmuTasawuf. Surabaya: BinaIlmu.
Departemen Agama.1987. AlqurandanTerjemahannya. Jakarta :SerajayaSantra
 

 
[1]Tiswarni, “Akhlak Tasawuf” (jakarta: Bina Pratama, 2007), Hal. 1[2]Mahjuddin, “Akhlak Tasawuf” (jakarta:Kalam Mulia,2009),Hal. 7[3]Departemen Agama,Alquran dan Terjemahannya (Jakarta:Serajaya Santra, 1987), Cet. Ke-1, Hal.670[4]Ibid,. Hal. 1[5]Ibid,..Hal. 2[6]Abuddin Nata, “Akhlak Tasawuf”(Jakarta: Rajawali Pers, 2009), Hal. 8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lets Tarbiyah sebelum menikah

Alhamdulillah masih dipertemukan dipenghujung bulan syawal yg katanya musim nikah..  Hehe..  Alhamdulillah dikabarkan ad beberapa teman yg ...