SEMINAR NASIONAL
INDONESIA CERDAS BERMORAL
MEWUJUDKAN DUNIA YANG LAYAK BAGI ANAK
[Sabtu pagi ,18
Juni 2016] pagi yang tidak seperti pagi sebelumnya, rintikan hujan turun
membasahi bumi sejak semalam , tetapi sama sekali tak menyurutkan semangat saya
dan sahabat saya untuk menghadiri sebuah seminar nasional yang diadakan oleh
FSLDK Bangka Belitung di Gedung serbaguna SMKN 2 PangkalPinang.kali ini dengan
Tema “kembali kepada nilai-nilai pancasila dan keislaman” Saya tertarik sekali
dengan salah satu Point penting dari Materi materi yang telah disampaikan
Pemateri yaitu tentang hak anak oleh
bapak heru dari KPAD komisi perlindungan anak daerah yang baru berdiri sekitar
2 bulan yg lalu di darah saya .Meskipun sempat diselingi Rintik Hujan acara
berlangsung hangat.Disini saya akan mencoba mengangkat isu tentang hak anak .
|
A
|
dakah dunia yang didalamnya tidak terdapat anak? Apakah dunia ini
sempurna tanpa senyum,tanpa canda dan tawa anak-anak ? jawabannya adalah
tidak.dalam sejarah indonesia, bahkan sejarah dunia pun mengatakan hal ini.
Bahwa tidak akan pernah tercapai suatu tingkat peradaban yang maju, baik dari
sisi teknologi, ekonomi, politik, sosial maupun budaya tanpa anak-anak, karena
anak merupakan aset bangsa dan negara yang kelak akan memiliki peran penting di
suatu negara.
Akan tetapi realitas yang terjadi di negri ini adalah anak anak
sering diekspolitasi oleh orang dewasa sebagai ajang bisnis untuk memperkaya
diri. Anak-anak dijadikan penjaja koran pemungut sampah,peminta-minta, pencuri
bahkan anak-anak dijadikan korban Trafficking(jual beli) ,pekerja seks
komersial(PSK) ,narkoba, pengungsian,buruh anak, dan masih banyak perilaku
menyimpang yang dirasakan oleh anak anak di negri ini,
di Palestina anak-anak yang tidak bersalah baik laki-laki maupun
perempuan telah merasakan bagaimana peluru kecil menembus dan merobek tubuh
mungil mereka. Bahkan menembus mata mereka, sungguh keadaan yang luar biasa
menggetaran ,mereka kehilangan tempat tinggal kehilangan orangtua, mereka hidup
dengan dunia penuh darah, tidak ada tempat untuk berlindung. tank tank besar
milik israel tentu tidak akan mampu mereka
taklukan ,di televisi saya melihat sendiri bagaimana seorang anak
pelestina dipukul bertubi-tubi kepalanya dikepit diketiak para tentara israel
yang berpakaian lengkap dengan senjata memperlakukan bocah palestina kemudian
menjatuhkan anak itu layaknya barang tak berharga ,saya yang menontonya saja
sudah begitu kesakitan ,apalagi hal itu terjadi pada adik saya yang saya
sayangi .sungguh ironis bukan ? suatu kenyataan pahit yang harus diderita oleh
bocah yang sma sekali tak bersslah
Begitulah sedikit gambaran dari kekerasan anak yang telah merusak
kehidupan jutaan anak didunia tak terkecuali dinegri tercinta ini .sekarang memang
bukan lagi masa saat Arie Hanggara,anak korban kekerasan Ayahnya,masih
hidup,bukan juga masa saat Dave Pelzer seorang penulis buku best seller
internasional A child called it nyaris dibakar hidup hidup oleh ibunya sendiri
namun berapa tahunpun lamanya kisah tragis itu berlalu kisah kekerasan anak
terhadap anak tidak pernah ikut hilang dari perputaran zaman.malah sebaliknya
,kekerasan anak semakin bertambah setiap tahunya. Berita kekerasan anak kerap
kali saya dengar berita nya dimedia masa .berita yang membuat saya teriris.
Sayangnya pemerintah indoensia terkesan mengesampingkan masalah penegakan anak
ini. Perbincangan pemilihan calon legislatif DPR/DPRD dan calon presiden
barangkali merupakan bab penting yang menyangkut kelangsungan sistem
pemerintahan di indonesia.tetapi haruskah isu anak tenggelam begitu saja oleh
gembor orasi-orasi para juru kampanye partai politik ? pemerintah sudah terlalu
sibuk mengurusi masalah ekonomi,politik lingkungan ,tetapi masalah yang
menyangkut nyawa bangsa ini pada masa yang akan mendatang malah diabaikan ,seakan
lupa bahwa anak juga mempunya Hak yang harus di penuhi dalam kedupan bangsa .
Menurut saya kekerasan pada anak atau hal lain yang semata-mata
merupakan pengekploitasian terhadap mereka bisa dihindari atau dikurangi jika
anak mendapat pemahaman mengenai hak mereka.proses pengenalan hak-hak pada anak
memang masih kurang,padahal dengan ketidak tahuan itu,onum-oknum yang tidak
bertanggungjawab akan lebih mudah untuk melakukan tindakan pengeksploitasian.
Oleh karena itulah, Mewujudkan dunia yang layak bagi anak
diperlukan adanya strategi nasional dan kerjasama dari pemerintah dan
kepedulian masyarakat untuk bersama sama
membangun lembaga-lembaga yag menangani anak korban kekerasan .lembaga lembaga
ini dapat memantau masyarakat dan melaporkan apabila terjadi pelanggaran
terhadap hak anak ,bahkan penegakkan hak anak harus disosialisasikan setara
dengan Hak Asasi Manusia yag saat ini ramai digembor-gemborkan. diharapkan
dengan adanya sosialisasi dengan hukuman tegas terhadap pelanggaran hak
anak,masyarakat akan takut melakukan kekerasan terhadap anak. Harapan saya
kekerasan yang dialami anak-anak dikeluarganya harus diakhiri,bahwa seorang
anak mempunyai hak untuk hidup,disayangi dan dilindungi.harus sesering mungkin
disosialisaikan kepada orangtua. termasuk para pemuka agama apakah seorang
ustadz,ustadzah,pendeta ,biksu dan lain-lain dapat memegang peranan penting
dalam mensosialisasikan hal tersebut. Karena biasanya apa yang dikemukakan oleh
seorang pemuka agama lebih mudah diyakini oleh pendengarnya.
Iya, saya juga mau protes
tentang tayangan televisi yang penuh dengan kekerasan,banyak sinetroon sekarang
yang tidak layak ditonton oleh anak, sinetron yang sema sekali tidak
menayangkan sikap saleh dan kemuliaan akhlak ,malah yang ditonjolkan dari sikap
anak dalam sinetron adalah kesombongan, iri hati ,berkelahi antar teman bahkan
melawan orang tua yang jauh dari ajaran agama yang mengajarkan sopan santun.bagaimana
bisa mencetak generasi yang baik jika tontonan nya saja tidak mendidik. Seperti
film anak jalanan,apakah pantas genk genk motor dikatakan sebagai anak jalanan?
Lalu, bagaimana dengan fenomena anak-anak jalanan dikota metropolitan ?
fenomena ini tentu bukan cerita misteri,drama tragedi,atau sinetron sinetron
air mata di televisi ,ini adalah sebuah realitas,keseharian yang terjadi setiap
hari dikota –kota besar bahwa begitu banyak permasalahan yang dihadapi ank-anak
yang hidup di jalanan.
Jutaan anak tak beruntung itu apakah kita pernah berpikir untuk
memperdulikan mereka ?sekali saja ? pernahkah ? jujur saja aku malu ! aku
termasuk salah satu dari kalian yang tak memperdulikan mereka, sebelum
terlambat apa yang harus kulakukan ?
….heel the world
Make it a better place
For you and for me
And the entire human rise
There are people dying
If you care enough
For the living
Make it a better place
For you and for me
Ini adalah sedikit cuplikan dari reff lagu heal the world yang berarti
pulihkan dunia ini yang dinyanyikan oleh Michael Jakson. inti lagu ini adalah
jadikan dunia ini tempat yang lebih baik bagi semua orang terutama anak, marilah
menciptakan dunia yang layak bagi anak anak di dunia.
mulailah dari kita sendiri kepedulian kita merupakan pemanjang umur
mereka, jangan biarkan mereka tenggelam dalam mimpi-mimpi, bawa mereka ke
realitas ke rengkuhan hangat kita. Jangan pikir jauh jauh di Palestina atau
etiophia. mulailah lah dari negeri kita khususnya didaerah kita ,detailnya
mulailah dari sekeliling rumah kita. alangkah baiknya lagi bila kita bisa
membantu mereka dengan tidak memandang sebelah mata karena itu bukanlah
keinginan mereka sendiri,keadaanlah yang memaksa mereka seperti itu, jangan
biarkan mereka menjadi korban kemiskinan kebodohan karena mereka merupakan
investasi terbesar bagi bangsa dan negara kita,merekalah yang akan menjadi
pemimpin-pemimpin negara ,pewaris-pewaris sah dari peradaban pada masa yang
akan datang. Dan Yang akan menentukan maju dan mundurnya Indonesia. Oleh karena
itu sudah semestinya segenap komponen bangsa menaruh kepedulian terhadap segala
permasalahan yang dihadapi anak,dan pada saat yang sama mari mewujudkan ebuah dunia
yang layak bagi anak ,dunia tempat semua anak mendaptkan hak-haknya ,dunia
tempat semua anak mendaptkan awal kehidupan yang sebaiknya.[bangka,19 juni
2016] oleh vivin anggreini

