BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Studi tentang perkembangan dan pertumbuhan
manusia merupakan usaha yang terus berlangsung dan berkembang. Seiring dengan
perkembangannya, studi tentang perkembangan dan pertumbuhan manusia telah
menjadi sebuah disiplin ilmu dengan tujuan untuk memahami lebih dalam
tentang apa dan bagaimana proses perkembangan dan pertumbuhan manusia.Sampai
dengan saat ini kajian mengenai perkembangan dan pertumbuhan manusia telah
banyak menunjukkan manfaat yang signifikan. Dan salah satu manfaat dari
berkembangnya disiplin ilmu tentang perkembangan manusia ini adalah pendidikan.
Dan jika kita berbicara pendidikan tentunya unsur yang mutlak ada ialah manusia
itu sendiri. Nah, dalam hal ini kajian ataupun teori-teori mengenai
perkembangan dan pertumbuhan manusia sangat dibutuhkan oleh dunia pendidikan.
Dengan demikian untuk dapat menjadi seorang
Pendidik tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan atas materi atau ilmu yang
diajarkan. agar setiap pendidik baik orang
tua maupun guru memahami benar hakikat pertumbuhan dan perkembangan anak agar
dapat membimbing atau mengarahkan mereka kearah kedewasaan yang diharapkan.
B. Rumusan Masalah
1) Apa yang dimaksud dengan Pertumbuhan dan Perkembangan
?
2) Apa saja Fase-Fase Pertumbuhan dan
Perkembangan Manusia ?
3) Ap saja Aspek-aspek dalam pertumbuhan dan perkembangan
4) Jelaskan
faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia?
5) Jelaskan Aliran-aliran dalam Pertumbuhan dan Perekmbangan
Manusia dalam ilmu Pendidikan?
C. Tujuan Masalah
1) Menjelaskan Definisi pertumbuhan dan Perkembangan pada
manusia
2) Menjelaskan Fase-Fase Pertumbuhan
dan Perkembangan Manusia
3)
Mengetahui Aspek-aspek dalam Pertumbuhan-dan
Perkembangan
4)
Mengetahui faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
dan Perkembangan
5)
Menjelaskan Aliran-aliran Pertumbuhan dan Perekmbangandalam
ilmu Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Pertumbuhan dan
Perkembangan
1. Pertumbuhan
Dalam
proses perkembangan manusia ada dua istilah yang sering digunakan yaitu pertumbuhan
dan perkembangan. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan
yang bersifat Kuantitatif yang menyangkut aspek fisik jasmaniah. C.P Chaplin (2002) ,mengartikan
pertumbuhan sebagai suatu pertambahan atau kenaikan dalam ukuran dari
bagian-bagin tubuh atau dari organisme sebagai suatu keseluruhan. Menurut A.E
sinolungan(1997), pertumbuhan menunjuk pada perubahan kuantitatif,yaitu dapat
dihitung atau diukur,seperti panjang atau berat badan tubuh. Sedangkan Ahmad
Tontowi mengartikan pertumbuhan sebagai perubahan jasad yang meningkat dalam
ukuran (size) sebagai akibat dari adanya Perbanyakan multiplication sel-sel. jumlah sel
yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke asal). Sedangkan,
perkembangan adalah perubahan atau diferensiasi sel menuju keadaan yang lebih
dewasa.
Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang sangat
penting bagi makhluk hidup. Dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan
kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunannya. Sewaktu masih bayi,
balita, dan anak kecil, manusia memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga
mudah terserang penyakit. Tetapi, setelah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa,
daya tahan tubuhnya semakin kuat sehingga kelangsungan hidupnya lebih
terjamin.Pertumbuhan dan perkembangan membawa manusia kepada kedewasaan.
Setelah dewasa, manusia dapat menghasilkan keturunan sehingga populasi manusia
akan terjaga kelestariannya.
Dari beberapa pengertian diatas dapat
dipahami bahwa istilah pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk
perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif,yaitu peningkatan dalam ukuran
dan struktur, seperti pertumbuhan badan,pertumbuhan kaki,kepala
,jantung,paru-paru dan sebaginya.dengan demikian tidak tepat jika kita misalnya
mengatakan pertumbuhan ingatan,pertumbuhan berfikir, pertumbuhan kecerdasan, dan
sebaginya, sebab kesemuanya merupakan perubahan fungsi-fungsi mikian juga tidak
tepat jika dikatakan pertumbuhan kemampuan yang berjalan, pertumbuhan menulis,
pertumbuhan penginderaan, dan sebagianya. sebab kesemuanya merupakan
perkembangan fungsi-fungsi jasmaniah.
Pertumbuhan fisik bersifat meningkat,menetap,dan kemudian
mengalami kemunduran sejalan dengan bertambahnya usia. Ini berarti bahwa
pertumbuhan fisik ada puncaknya.Sesudah suatu masa tertentu fisik mulai
mengalami kemunduran dan berakhir pada keruntuhan dihari tua, dimana
kekuatan-kekuatan dan kesehatannya berkurang,pancaindera menjadi lemah atau
lumpuh sama sekali. Berbeda halnya dengan perkembangan aspek mental atau psikis
yang relative berkelanjutan,sepanjang individu yang bersangkutan tetap
memeliharanya.Dengan demikian,istiliah Pertumbuhan lebih cenderung merujuk pada
kemajuan fisik atau pertumbuhan tubuh yang melaju sampai pada titik optimum dan
kemudian menurun menuju pada keruntuhannya.
Sedangkan istilah perkembangan lebih menunjuk
pada kemajuan mental atau perkembangan rohani yang melaju terus sampai akhir
hayat. Perkembangan rohani tidak terhambat walaupun keadaan jasmani sudah
sampai pada puncak pertumbuhannya. Meskipun terdapat perbedaan penekanan dari
kedua itilah terebut,tetapi dalam literature psikologi perkembangan istilah
Pertumbuhan digunakan dalam penegrtian yang sama dengan perkembangan. Bahkan
menurut Witherington (1986),”Pertumbuhan dalam pengertiannya yang luas meliputi
perkembangan”.
2. Perkembangan
Perkembangan ( Development ) adalah suatu
proses perubahan ke arah kedewasaan atau pematangan yang bersifat KUALITATIF (
ditekankan pada segi fungsional ) akibat adanya proses pertumbuhan materiil dan
hasil belajar dan biasanya tidak dapat diukur. Ciri perkembangan menunjukkan gejala
yang secara relatif teratur, sehingga terjadinya pola perkembangan sistematik
Perkembangan secara khusus diartikan
sebagai perubahan-perubahan yang bersifat Kualitatif dan Kuantitatif yang
menyangkut aspek-aspek mental psikologis manusia. Seperti misalnya perubahan-perubahan
yang berkaitan dengan aspek–aspek pengetahuan, kemampuan, sifat sosial, moral,keyakinan
agama,kecerdasan dan sebagainya,sehingga dengan perkembangan tersebut si anak
akan semakin bertambah banyak pengetahuan dan kemampuan nya juga semakin baik
sifat sosial,moral,keyakinan agam dan sebagainya.
Perkembangan
(development) berkaitan dengan pematangan fungsi organ individu. Ada
banyak pengertian perkembangan menurut beberapa ahli.
Menurut Paul Eggan dan Don Kauchak perkembangan adalah perubahan
yang berurutan dan kekal dalam diri seseorang dan merupakan hasil daripada
pembelajaran, pengalaman dan kematangan. Menurut Crow (1980) perkembangan
merupakan perubahan secara kualitatif serta cenderung ke arah yang lebih baik
dari segi pemikiran, rohani, dan sosial. Aliah B Purwakania Hasan menuturkan
bahwa perkembangan berarti segala perubahan kualitatif dan kuantitatif yang
menyertai pertumbuhan dan proses kematangan manusia.
Di sisi lain Elizabeth B. Hurlock mengartikan istilah
perkembangan sebagai serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai
akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Secara sederhana, Seifert dan hofnung
mendenifisikan perkembangan sebagai “long-term changes in a person’s
growth,feelings,patterns of thinking,social relationships, and motor skills”.
Sementara itu, Chaplin (2002) mengartikan perkembangan sebagai
: (1) perubahan yang bekesinambungan dan progresif dalam organisme,dari lahir
sampai mati,(2) pertumbuhan ,(3) perubahan dalam bentuk dan dalam, integrasi
dari bagian-bagian jasmaniah kedalam bagian-bagian fungsional, (4) kedewasaan
atau kemunculan pola-pola asasi dari tingkah laku yang tidak dipelajari.
Menurut Reni Akbar Hawadi (2001), “perkembangan
secara luas menunjuk pada keseluruhan proses perubahan dari potensi yang
dimiliki individu dan tampil dalam kualitas kemampuan,sifat dan-cri-ciri yang
baru. Di dalam itilah perkembangan juga tercakup konsep usia,yang diawali dari
saat pembuahan dan berakhir dengan kematian”.
Menurut
para pengikut gestalt perkembangan itu adalah proses diferensiasi. Dalam proses
diferensiasi itu yang primer adalah keseluruhan, sedangkan bagian-bagian adalah
sekunder; bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian daripada
keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lainnya,
keseluruhan ada terlebih dahulu baru disusul oleh bagian-bagiannya. Bila kita
bertenu dengan seorang teman misalnya, dari kejauhan yang kita saksikan
terlebih dahulu bukanlah bajunya yang baru atau pulpennya yang bagus, atau
dahinya yang terluka, melainkan justru teman kita itu sebagai keseluruhan,
sebagai Gestalt; baru kemudian menuyusul kita saksikan adanya hal-hal khusus
tertentu seperti bajunya yang baru, pulpennya yang bagus, dahinya yang terluka,
dan sebagainya.
Menurut F.J.Monks, dkk., pengertian
perkembangan menunjuk pada suatu proses kea rah yang lebih sempurna dan tidak
begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang
bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali”. Perkembangan juga dapat
diartikan sebagai”proses yang kekal dan tetap yang menuju kea rah suatu
organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi,berdasarkan
pertumbuhan,pemasakan, dan belajar.Santrock menjelaskan pengertian perkembangan
adalah bahwa perkembangan tidaklah terbatas pada pengertian pertumbuhan yang
semakin membesar,melainkan di dalammnya juga terkandung serangakaian perubahan yang
berlangsung secara terus-menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi
jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ke tahap kematangan
melalui pertumbuhan, pemasakan dan belajar. Perkembangan menghasilkan
bentuk-bentuk dan ciri-ciri kemampuan baru yang berlangsung dari tahap
aktivitas yang sederhana ke tahap yang lebih tinggi. Perkembangan itu bergerak
secara berangsur-angsur tetapi pasti, melalui suatu bentuk/tahap ke
bentuk/tahap berikutnya,yang kian hari kian bertambah maju,mulai dari masa
pembuahan dan berakhir dengan kematian.
Ini menunjukkan bahwa sejak masa-masa konsepsi sampai
meninggal dunia,individu tidak pernah statis,melainkan senantiasa mengalami
perubahan-perubahan yang bersifat progresif dan berkesinambungan.selama masa
kanak-kanak sampai menginjak remaja misalnya,ia mengalami perkembangan dalam
struktur fisik dan mental,jasmani dan rohani sebagai ciri-ciri memasuki jenjang
kedewasaan. Demikian seterusnya, perubahan-perubahan diri individu ini terus
berlangsung tanpa henti meskipun kemudian laju berkembangnya semakin hari
semakin pelan, setelah ia mencapa titik puncaknya.
Dari semua pengertian perkembangan yang
dipaparkan oleh para ahli, semuanya mempunyai subtansi yang sama. Perkembangan
adalah proses perubahan pada diri manusia baik dari segi jasmani (kuantitatif)
maupun non fisik (kualitatif) yang terjadi akibat pengalaman belajar dan
kematangan nya. Ini berarti bahwa perkembangan bukan sekedar penambahan berapa
sentimeter pada tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang,
melainkan suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks.
Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu. Walaupun
demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa, misalnya
mengkonsumsi makanan, perawatan, bimbingan, perasaana aman, pencegahan penyakit
dan sebaginya. Oleh karena itu semua orang-orang yang mendapat tugas mengawasi
anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang.
Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, diantaranya adlah
faktor lingkungan. Bila lingkungan karena suatu hal menjadi buruk, maka keadaan
tersebut hendaknya diubah (dimodifikasi) sehingga pertumbuhan dan perkembangan
anak dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
Pengertian Perkembangan dalam
Perspektif islam
Adapun
perkembangan menurut Islam adalah proses perubahan dan pertumbuhan
manusia yang dikaji dari perspektif Al-Quran dan Al-Hadist. Hal ini merupakan
prinsip utama dari perkembangan psikologi islami. Ketika berbicara tentang
perkembangan psikologi islami maka ketentuan Allah SWT tidak dapat dipisahkan
dari terbentuknya wujud manusia baik dari aspek fisik (kuantitatif) maupun non
fisik ( kualitatif). Dengan demikian, dalam islam faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangan meliputi faktor hereditas, faktor lingkungan, dan
faktor ketentuan Allah SWT.
Al-Quran
mengatakan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dari berbagai tahapan progresif
pertumbuhan dan perkembangan. Dengan kata lain, kehidupan manusia memiliki pola
tahapan-tahapan tertentu yang termasuk tahapan dari pembuahan sampai kematian.
Tahapan yang dilewati manusia dalam pertumbuhan dan perkembangannya bukan
terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan sesuatu yang telah dirancang,
ditentukan, dan ditetapkan langsung oleh Allah SWT.
Salah
satu firman Allah yang menyatakan hal ini :
.... dan
Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan segalanya dengan
ukuran-ukuran dengan serapi-rapinya. (QS Al-Furqon : 2).
Hal
ini dengan jelas menyatakan bahwa kehidupan dari segala sesuatau telah
ditentukan dengan cara sedemikian rupa sehingga setiap aspek secara proposional
terlengkapi.
Menurut
Al-Quran, pertumbuhan dan perkembangan manusia memiliki pola yang relatif sama
pada umumnya. Pola yang terjadi adalah bahwa setiap individu tumbuh dan
berkembang dari keadaan yang lemah menuju keadaan yang kuat dan kemudian
kembali ke keadaan yang lemah lagi. Firman Allah SWT dalam Al-Quran :
Allah,
Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu)
sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah
kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya
dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa (QS Al-Rum : 45)
Allah
menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu dan diantara kamu ada yang
dikembalikan pada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui
segala sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui
lagi Maha Bijaksana.
( QS Al-Nahl :70 ).
Selama
proses perkembangan dan pertumbuhan manusia dari lemah menuju kuat kemudian
menuju lemah lagi. Dari masa sebelum lahir hingga kematiannya. Selama ini pula
manusia mengalami fase-fase perubahan. Dimana pada setiap fase-fase ini
mempunyai karakteristik tertentu baik sikap, mental, moral, kemampuan fisik dan
kemampuan bernalar.
B. Fase-Fase Pertumbuhan dan Perkembangan
Manusia
Fase
perkembangan disini maksudnya adalah penahapan atau periodesasi rentang
kehidupan manusia yang ditandai oleh ciri-ciri atau pola-pola tingkah laku
tertentu.Meskipun masing-masing anak mempunyai masa perkembangan yang berlainan
atu sama lain,apabila dipandang secara umum,ternyata terdapat tanda-tanda atau
ciri-ciri perkmbangan yang hampir sama antara anak satu dengan yang lainnya.
Setiap anak berkembang dengan karakteristik
tersendiri. Hampir sepanjang waktu perhatian kita tertuju pada keunikan
masing-masing. Sebagai manusia, sctiap orang melalui jalan-jalan yang umum.
Setiap diri kita mulai belajar berjalan pada usia satu tahun, berjalan pada
usia dua tahun, tenggelam pada -permainan fantasi pada niasa kanak-kanak dan
belajar mandiri pada usia remaja. Menurut Santrok dan Yussen (1992)
perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai pada saat terjadi
pembuahan dan berlangsung terus selama siklus kehidupan. Dalam perkembangan
terdapat pertumbuhan. Pola gerakan itu kompleks karena merupakan hasil (produk)
dari beberapa proses: proses biologis, proses kognitif dan proses sosial.
Atas dasar perbedaan dalam suatu periode
inilah maka para ahli mengadakan fase-fase perkembangan pada manusia. Dengan
adanya pembagian fase-fase ini tidak berarti bahwa antara fase yang satu
terpisah terpisah secara deksrit dengan fase yang lain,akan tetapi hanya
sekedar untuk memudahkan pemahaman dan pembahasan mengenai Fase perkembangan
Elizabeth B.Hurlock secara lengkap telah membagi fase perkembangan manusia
dalam sepuluh fase/masa perkembangan,yaitu:
1).Fase
Pranatal (Masa Sebelum Lahir), Masa pranatal ini berlangsung dari sejak terjadinya
konsepsi atau vertilasi sampai bayi lahir. adalah waktu yang terletak antara
masa pembuahan dan masa kelahiran. Pada saat ini terjadi pertumbuhan yang luar
biasa dari satu sel menjadi satu organisme yang lengkap dengan otak dan
kemampuan berperilaku, dihasilkan dalam waktu Iebih kurang Sembilan bulan 10 hari atau 280 hari.
Menurut
perspektif Islam, kehidupan manusia telah dimulai sebelum lahir. Manusia
memiliki ruh yang telah hidup sebelum manusia terlahir di dunia yang disebut
dengan hari mitsaq. Ruh ini yang kemudian akan ditiupkan oleh Allah SWT
ke janin yang ada dalam kandungan sang ibu. Fase pranatal adalah masa
perkembangan manusia saat di dalam kandungan. Fase pranatal digambarkan oleh
Al-Quran dalm surat Al-Mukminun ayat 12-14yang artinya:
Sesungguhnya
kami telah menciptakan manusia itu dari saripati dari tanah. Kemudian kami
jadikan saripati tanah itu menjadi suatu tetesan (nutfah) yang tersimpan di
tempat yang aman dan kokoh, kemudian tetesan itu kami olah menjadi segumpal
darah (alaqoh), dan segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging (mudghoh),
lalu segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang (idhom), selanjutnya
tulang belulang itu kami bungkus dengan daging (lahm). Selanjutnya kami jadikan
makhluk yang berbentuk lain dari yang sebelumnya. Maha Suci Allah pencipta yang
paling baik.
Setelah
masa perkembangan janin selama kurang lebih empat bulan, maka ruh akan
ditiupkan dan di mulailah kehidupan manusia. Saat masih berada di dalam
kandungan bayi dapat menangkap respon dari luar. Dengan begitu bayi sudah dapat
belajar, merasa dan membedakan gelap dan terang. Hal yang patut untuk
diperhatikan saat perkembangan bayi dalam kandungan adalah asupan gizi yang
diberikan oleh ibu. Makanan-makanan yang dimakan oleh ibu akan sangat
berpengaruh oleh bayi, apabila ibu terlalu banyak makan makanan yang mengandung
zat-zat kimia hal ini akan sangat membahayakan kondisi bayi. Kemudian untuk
pembentukan sikap dan perilaku bayi, seorang ibu harus pandai-pandai menjaga
emosinya. Perkembangan bayi didalam kandungan sangat ditentukan oleh
asupan-asupan ibu, baik asupan biologis maupun psikologis.
2). Fase
infancy ( New Born ), Masa ini dimulai sejak lahir sampai bayi berumur kira-kira
15 hari. Masa ini merupakan masa pemberhentian (plateau stage) artinya masa
tidak terjadi pertumbuhan / perkembangan. Masa ini dikenal juga dengan masa
“resting age” yaitu masa istrahat guna menyesuaikan diri dengan keadaan baru di
dunia ini. Masa ini merupakan masa yang lemah sebagaimana yang Al-Quran
jelasakan dalam surat Ar-Rum ayat 54, artinya : Allah Dialah yang
menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian dia menjadikan kamu sesudah lemah
itu menjadi kuat... . Saat bayi pertama kali lahir, alat indra yang pertama
kali berfungsi adalah indra pendengaran. Untuk itu Nabi Muhammad SAW
mengintruksikan untuk mengadzani telinga sebelah kanan dan mengiqomati telinga
sebelah kiri. Adapun ciri-ciri manusia saat bayi adalah:
a.
Pada bulan pertama bayi senang
tidur.
b.
Hidupnya
hanya makan, tidur dan seakan-akan hidupnya bersifat vegetatif seperti
tumbuh-tumbuhan.
c.
Seakan-akan belum ada hubungan
dengan dunia luar.
d. Bergerak secara spontan, menggelepar
dan sebagainya.
3).Fase Babyhood (bayi), masa ini berlangsung
sejak mulai usia 2 minggu sampai 18 atau 24 bulan. Masa ini adalah masa ynng
sangat bergantung kepada orang tua. Banyak kegiatan-kegiatan psikologis yang
baru dimulai misalnya; bahasa, koordinasi sensori motor dan sosialisasi. Ciri-ciri masa ini adalah :
a) Masa bayi merupakan masa dasar yaitu
masa-masa pembentukan dasar-dasar kehidupan yang sesungguhnya pada masa
ini banyak pola perilaku, sikap dan pola ekspresi emosi terbentuk.
b) Bayi berkembang pesat baik fisik
maupun psikologisnya sehingga penampilan dan kemampuannya pada masa ini banyak
mengalami perubahan.
Pada tahapan ini dialami seorang
individu dimulai pada saat bayi sampai mencapai umur 3 tahun. Perkembangan
fisik meliputi beroperasinya semua sistem rasa dan tubuh dengan tingkatan yang
bervariasi, perkembangan otak yang kompleks dan tingginya pengaruh lingkungan,
pertumbuhan dan perkembangan fisik (ketrampilan) berlangsung dengan cepat.
Perkembangan kognitif meliputi kemampuan untuk belajar dan mengingat peristiwa
yang saat ini terjadi, pengunaan simbol dan kemampuan untuk memecahkan masalah
diakhir tahun ke-2, dan berkembangnya pemahaman dan bahasa dengan cepat.
Perkembangan psikososial meliputi terbentuk hubungan kelekatan dengan orang
tua, caregiver dan orang lain dengan kuat, berkembangnya sistem
kewaspadaan diri, adanya perubahan dari ketergantungan menjadi mandiri.
4). Fase Early Childhood ( Masa Kanak-Kanak Awal),
Masa kanak-kanak awal ini
berlangsung dari umur 2 sampai 6 tahun. Masa ini sering di sebut usia
sulit/problematis karena memelihara/mendidik mereka sulit. Masa ini juga
disebut sebagai usia main karena sebagian besar hidup anak waktunya dihabiskan
untuk bermain. fase perkembangan yang berlangsung sejak akhir masa
bayi sampai 5 atau 6 tahun ini, kadang-kadang disebut masa pra sekolah. Selama
fase ini mereka belajar melakukan sendiri banyak hal dan berkembang
keterampilan-keterampilan yang berkaitan dengan kesiapan untuk bersekolah dan
memanfaatkan waktu selama beberapa jam untuk bermain sendiri ataupun dengan
temannya. Memasuki kelas satu SD menandai berakhirnya fase ini.
5). Fase Later Childhood
( Masa Kanak-Kanak Akhir), Masa kanak-kanak akhir ini berlangsung dari
umur 6 tahun sampai 12 tahun. fase perkembangan yang
berlangsung sejak kira-kira umur 6 sampai 12 tahun ini, sama dengan masa usia Sekolah
Dasar. Anak-anak mulai menguasai keterampilan-keterampilan dasar membaca,
menulis dan sudah dapat mereaksi rangsanan intlektual , atau melaksanakan tugas
tugas belajar yang menuntut kemampuan intlektual atau kemampuan kongnitif
seperti membaca, menulis, menghitung. Periode ini di tandai dengan tiga
kemempuan atau kecakapan baru, seperti mengklasisifikasikan, menyusun, dan
mengasosiasikan angka angka atau bilangan. Dalam mengembangkan kemampuan anak
maka sekolah dalam hal ini guru seyogiyanya memberikan kesempatan kepada anak
untuk mengemukakan pertanyaan. Memberi komentar atau memberi pendapat tentang
pelajaran. Secara formal mereka mulai memastiki dunia yang lebih luas dengan
budayanya. Pencapaian prestasi menjadi arah perhatian pada dunia anak, dan
pengendalian diri sendiri bertambah pula.
6). Fase
Adolescence (remaja) adalah masa perkembangan yang merupakan transisi dari
masa anak-kanak ke masa dewasa awal, yang dimulai kira-kira umur 11 - 12 tahun
dan berakhir kira-kira umur 18 sampai 22 tahun. Yang dibagi atas 3 masa yaitu :
a) Fase Pre adolescence;
mulai usia 11 sampai 13 tahun untuk wanita dan usia-usia sekitar setahun
kemudian bagi pria Remaja mengalami perubahan-penibahan fisik yang sangat
cepat, perubahan perbandingan ukuran bagian-bagian badan, berkembangnya
karakteristik seksual pada remaja perempuan maupun laki-laki.
b) Fase Early Adolescence; mulai usia 13-14 tahun sampai 16-17 tahun,Pada masa ini
ditandai dengan gejala-gejala bahwa anak itu sudah mencapai baligh, yaitu haid
pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki..
c)
Fase Late adolescence;
Pada fase ini dilakukan upaya-upaya untuk mandiri dan pencarian identifas diri.
Pemikirannya Iebih logis, abstrak dan idealis. Semakin lama banyak waktu
dimanfaatkan di luar keluarga .masa-masa akhir dari perkembangan seseorang atu
hampir bersamaan dengan masa ketika seseorang tengah menempuh perguruan tinggi. yang
berlangsug hingga mencapai usia kematangan resmi secara hukum yaitu 21 tahun.
Hal utama yang perlu dikembangkan di
sini adalah filosofi kehidupan. Di masa ini, seseorang bersifat idealis dan
mengharapkan bebas konflik, yang pada kenyataannya tidak demikian. Wajar bila
di periode ada kesetiaan dan ketergantungan pada teman. Sementara Salzman mengemukakan ”bahwa remaja
merupakan masa perkembangan sikap tergantung terhadap orang tua ke arah
kemandirian minat minat seksual, perenungan diri, perhatian terhadap estestika
dan isu-isu moral”.
Dalam budaya Amerika, priode ini di pandang sebagai masa ”strom and strees”
frustasi dan penderitaan , konflik dan krisis penyesuaian, mimpi dan melamun
tentang cinta, dan perasaan terealisasi dari kehidupan sosial budaya orang
dewasa.
Di akhir masa remaja, si remaja umumnya
mengalami ambang dewasa, yaitu para remaja menjadi gelisah untk meninggalkan
tingkah laku remaja belasan tahun dan untuk memberikan kesan bahwa dirinya
telah hampir dewasa, merka berpakaian dan bertindak seperti orang dewasa.
Ada 7 kategori minat yang paling penting dari
para remaja masa kini yaitu :
a.
Minat rekreasi.
b.
Minat pribadi
dan sosial.
c.
Minat terhadap
pekerjaan.
d.
Minat terhadap
agama.
e.
Minat terhadap
simbol status.
f.
Minat kepada
pendidikan.
Selain
dari minat anak,fungsi keluarga sangat berperan diantaranya :
a.
Fungsi
biologis.
b.
Fungsi ekonomis.
c.
Fungsi
pendidikan.
d.
Fungsi
sosialisasi.
e.
Fungsi
perlindungan.
f.
Fungsi
rekreatif.
7). Fase
Early adulthood (masa awal dewasa),
periode ini disebut juga pada fase
kematangan dari umur 21 tahun ke atas
,seseorang mulai menyadari kekurangan dan kelebihannya yang dihadapi dengan
sikap sewajarnya. Ia mulai dapat menghargai pendapat orang lain karena
menyadari oranglain pun punya hak yang sama.masa inilah yang merupakan masa
bangkitnya atau terbentuknya kepribadian menuju kemantapan. Kedewasaan
seseorang memang tidak bisa diukur dengan usia, namun secara umum masa dewasa
dimulai saat berakhirnya masa remaja akhir. Hal itu biasanya ditandai dengan
berakhirnya konflik – konflik dan gejolak masa remaja.
8). Fase Latter
Maturity (masa usia lanjut), ialah periode
perkembangan yang bermula pada usia 50 tahun ke atas dan berakhir pada
kematian Perubahan
fisik yang menyebabkan seseorang berkurang harapan hidupnya disebut proses
menjadi tua. Ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya
kekuatan dan kesehatan, menatap kembali kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian
diri dengan peran peran sosial baru. (Monks, Knoers, Haditono, 1982). Orang
berusia lanjut yang bisa melihat kembali masa-masa yang telah dilaluinya dengan
bahagia, merasa tercukupi, dan merasa telah memberikan kontribusi pada
kehidupan, ia akan merasakan integritas. Kebijaksanaannya yang tumbuh menerima
keluasan dunia dan menjelang kematian sebagai kelengkapan kehidupan. Sebaliknya,
orang yang menganggap masa lalu adalah kegagalan merasakan keputus asaan, belum
bisa menerima kematian karena belum menemukan makna kehidupan..
Pada saat ini para ahli berpendapat bahwa
perubahan-perubahan akan berakhir pada fase ini. Mereka mengatakan bahwa
perkembangan merupakan proses yang terjadi sepanjang hayat.Setiap fase atau tahapan
perkembangan kehidupan manusia senantiasa berlangsung seiring dengan kegiatan
belajar. Tugas fase yang muncul dalam setiap perkembangan, merupakan keharusan
universal dan idealnya berlaku secara otomatis, seperti kegiatan belajar
terampil melakukan sesuatu pada fase perkembangan tertentu yang lazim terjadi
pada manusia normal. Selain itu, hal-hal lain yang juga menimbulkan tugas-tugas
perkembangan adalah:
● adanya kematangan fisik tertentu
pada fase perkembanangan tertentu
● adanya dorongan cita-cita psikologis manusia yang sedang
berkembang itu sendiri, dan
● adanya tuntutan kultural masyarakat.
Setiap
anak atau individu berkembang melalui tahap perkembangan. Setiap tahap,
terutama tahap-tahap perkembangan yang dikemukakan oleh Erickson dan Havigurst
mempunyai tema yang menggambarkan tugas utama dari masa itu. Setiap tahap juga
memiliki tugas-tugas perkembangan konkrit yang penting, yang harus dicapai si
anak atau individu.
Dalam
rangka memfungsikan tahap-tahap perubahan yang menyertai perkembangannya
manusia harus belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tententu umpamanya
kebiasaan belajar berjalan dan berbicara pada rentang usia 1-5 tahun. Belajar
melakukan kebiasaan-kebiasaan tententu pada saat atau masa perkembangan yang
tepat dipandang berkaitan langsung dengan tugas-tugas perkembangan berikutnya.
C.
Aspek –
Aspek Pertumbuhan Dan Perkembangan
1.
Perkembangan
Aspek Fisiologis
Perkembangan fisik atau yang diebut
juga Pertumbuhan fisiologis menjadi tolak ukur perkembangan bayi.perubahan yang
terjadi adalah menyangkut semua organ dan struktur organnya, seperti : organ
fisik dalam misalnya jantung, paru-paru, otak dan sebagainya semuanya mengalami
perubahan – perubahan secara kuantitatif yaitu semakin besar, semakin banyak,
semakin lengkap strukturnya, pertumbuhannya akan selesai apabila semua organ
fisiknya mencapai kematangan, sehingga anak mencapai kedewasaan fisik.semua
merupakan konsekuensi dari proses pemeliharaan dari orangtuanya. pemberian
makanan yang bergizi dan stimulasi eksternal akan memacu perkembvangan
fisik,kongnitif maupun psikomotorik ,selain itu fungsi kerja organ-organ fisik
yang memadai,sehat dan normal meningkatkan kinerja aktifitas bayi dalam
kehidupan sehari-hari.Aspek perkembangan fisik bayi ini dijabarkan menjadi lima
antara lain system organ tubuih system pperedaran darah system pernafasan
system pencernaan makanan system pengatur suhu tubuh.
a) Sistem Organ Tubuh
Sebagai makhluk individual yang
sudah berpisah dari rahim ibunya,maka seorang bayi mulai mengadakan penyesuaian
diri dengan lingkungan hidupnya.Susunan istem organ yng dimiliki bayi telah
berkembang secara lengkap dan matang.tetapi tak didukung oleh kemamp[an untuk
mengkordinasikan dengan baik,sehingga beluim dapat difungsikan secara sadar dan
mandiri oleh bayi. Artinya bayi belum dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang
memerlukan koordinasi system saraf,seperti kegiatan psikomotorik halus maupun
ketrampilan motorik kasar.oleh karena itu,aktivitasbayi bersifat pasif yakni
memerlukan rangsangan dari luar dan biasanya berada diseputar tempat tidurnya.
b) Sistem Peredaran Darah
Selama
masa di kandungan,system peredaran darah janin dipengaruhi oleh plasenta yang
dihubungkan dengan rahim ibunya. Tetapi setelah lahir, system predaran darah
bayi sudah terpisah dari plasenta dan berjalan sebagaimana mestinya eperti
orang dewasa lainnya. Setelah lahir,detak jantuk bayi bekerja secara cepat dan
cenderung tak teratur,sehingga hal ini mempengaruhi pada ketidak stabilan
tekanan darahnya. Namun hal ini hanya betlangsung kurang-lebih selama sepuluh
hari,karena kondisi internal bayi ssedang melakukannproses penyesuaian diri
dengan keadaan di luar dirinya temperature-suhu, makanan,minuman, maupun tempt
tinggal.sesudah itu system peredaran darah bayi akan menjadi normal seperti
orng dewaa lainnya.
c) Sistem Pernafasan
Semaa
dikandungan, janin bernafas melalui tali plasenta.Namun kemudian,setelah lahir
,bayi harus melakukan pernafasan sendiri,tanpa bantuan dengan tali plasenta
lagi. Oleh karena itu,bayi yang baru lahir akan usai pemotongan tali plasenta
makin memperjelas keterpisahan bayi dari rahim ibunya,sehingga hal ini
mendorong bayi untuk memanfaatkan system pernafasan sebagai cara bayi
menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternalnya.organ-organ internal petrti
paru-paru,tenggorokan dan organ ekernal hidung,mulut egera brfungsi dengan
baik. Bayi-bayi yang dilahirkan dalam keadaan premature,umumnya mengalami
gangguan pernafasan. Hal ini terjadi karena organ-organ item pernafasan belum
siap dipergunakan untuk benafas.oleh karena itu bayi premature haru dimasukkan
kedalam incubator untuk mendapatkan suhu atau temperature yang sesuai dengan
suhu didalam rahim ibunya. Dengan demikian,bayi akan mudah melakukan
pernafasan.namun demikian,bila bayi telah siap untuk bernafas secara
mandiri,maka harus keluar dari masa inkubasi tersebut.
d) Sistem Pencernaan Makanan
Demikian
pula,sejak lahir bayi tak lagi memperoleh makanan dari tali plasenta,tetapi ia
harus dapat menelan dan mencerna makanan yang diterima melalui mulutnya.Sistem
pencernaan bayi harus disesuaikan dengan bahan-bahan makanan yang
dikonsumsinya,seperti air susu ibu,organ perut atau lambung bayi masih lemah
dan hanya dapat menerima ASI. Hal ini berlangsung kira-kira antara atu sampai
tiga bulan pertam.Bayi yang menerima air susu ibu akan mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan yang sehat.
Menginjak
usia empat bulan,bayi sudah memperoleh bahan makanan tambahan,eperti bubur atau
biscuit.meskipun demikian,pemberian bahan makanan tersebut harus hati-hati agar
tidak tidak menimbulkan stress pada bayi.Cara pemberian bahan makanan tambahan
bermanfaat untuk mengajar,mendidik dan melatih bayi untuk menelan maupun
mencerna bhan-bahan yang sedikit lebih keras dibandingkan asi.dengan demikian
makin bertambah hari bayi akan makin mampu untuk menyesuaikan diri dengan baik
dan fungsi pencernaan berjalan lancar.
e) Reaksi menangis pertama kali setelah
kelahiran dianggap sebagai upaya bayi untuk dapat menyesuaikan diri dengan
keadaan suhu diluar. Setlah lahit,bayi belajar untuk dapt mmbedkan kondisi suhu
antara hidup didaam rahim mpun diluar rahim. Didalam rahim,ia merasakan sangat
nyaman dan hangat. Ia tak pernah mersakan panas,dingin,tekanan atau stress
langsung dari lingkungan luar. Tetapi ketika lahir,mau tak mau bayi harus dapat
menghadapinya.sebagi konekuensi pad bayi-bayi yang belum mampu beradaptasi
dengan baik,maka bayi seringkali menangis,sakit dan rewel terus-menerus.hal
inilah dianggap sebagai stress lingkungan sosial yang dialami oleh bayi. Bagi
bayi-bayi yang terbiasa menghadapi kenyataan tersebut,maka mereka tak akan
merasa kaget dan tetap tenang,nyaman,dan aman dalam beradaptasi.
2.
Perkembangan Aspek Kongnitif
Istilah
“Cognitive” berasal dari kata cognition artinya adalah pengertian, mengerti.
Kognitif adalah proses yang terjadi secara internal di dalam pusat susunan
saraf pada waktu manusia sedang berpikir (Gagne dalam Jamaris, 2006).
Pengertian yang luasnya cognition (kognisi) adalah perolehan, penataan, dan
penggunaan pengetahuan (Neisser, 1976). Menurut para ahli jiwa aliran
kognitifis, tingkah laku seseorang/anak itu senantiasa didasarkan pada kognisi,
yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi .
Dalam pekembangan selanjutnya, kemudian istilah kognitif ini menjadi populer
sebagai salah satu wilayah psikologi manusia / satu konsep umum yang mencakup
semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan
dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan,
pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, pertimbangan,
membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan. Termasuk kejiwaan yang
berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi/perasaan.
Teori perkembangan kognitif piaget adalah salah satu teori yang menjelaskan
bagaimana anak beradaptasi dengan dan mengiterprestasikan obyek dan
kejadian-kejadian di sekitarnya. Bagaimana anak mempelajari ciri – ciri dan
fungsi dari objek – objek, seperti mainan, perabot dan makanan, serta
objek-objek sosial seperti diri, orang tua, teman. Bagaimana cara anak belajar
mengelompokkan objek-objek untuk mengetahui persamaan-persamaan dan
perbedaan-perbedaannya, untuk memahami penyebab terjadinya perubahan dalam
objek-objek atau peristiwa-peristiwa,
Piaget memandang bahwa anak memainkan peran aktif didalam menyusun
pengetahuannya mengenai realitas. Anak tidak pasif menerima informasi walaupun
proses berfikir dan konsepsi anak mengenai realitas telah dimodifikasikan oleh
pengalamannya dengan dunia sekitar dia, namun anak juga berperan aktif dalam
menginterprestasikan informasi yang ia peroleh dari pengalaman, serta dalam
mengadaptasikannya pada pengetahuan dan konsepsi mengenai dunia yang telah ia
punya (Hetherington & Parke, 1975).
Adapun
perkembangan Kongnitif adalah salah satu aspek perkembangan mental psikologis yang
terjadi pada diri si anak yang mencakup semua aspek mental psikologis anak baik
segi pengetahuan, keterampilan, kecerdasan, moral, agama, sikap, reaksi,memecahkan
masalah merencanakan masa depan dan aspek – aspek mental psikologis lainnya
yang semuanya itu melalui proses perkembangan akan mengalami perubahan secara
kuantitatif dan kualitatif sehingga si anak bukan saja semakin banyak
pengatahuan dan kemampuannya, tetapi juga semakin baik kualitas pengatahuan dan
kemampuan yang dimilikinya tentang bagaimana anak mempelajari ,memperhatikan
dan memikirkan lingkungannya.
3.
Perkembangan
Aspek Psikososial
Perkembangan psikoosial adalah prosesperubahan
kemajuan-kemajuan anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan oial yang
lebih luas.dalam proses perkembangannya peserta didik diharpkan mengrti orang
lain,mengenli apa yang dipikirkan,dirasakan dan diinginkan serta dapat
menempatkan diri pada sudut pandang oranglain tanpa kehilangan dirinya sendiri.Dengan
proses pertumbuhan fisik dan perkembangan mental psikologis yang diperoleh anak
secara maksimal dapat diharapkan si anak akan tumbuh berkembang menjadi manusia
dewasa yang baik dan berkualitas sebagaimana yang diharapkan dirinya sendiri,
juga oleh orang tua dan masyarakatnya.
D.
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
1. Menurut Teori Empirisme
Teori empirisme disebut juga teori tabularasa dan environmentalism. Teori ini
dipelopori oleh JOHN LOCKE (1632-1704). Menurut teori empirisme, perkembangan
individu ditentukan oleh lingkungannya. Teori ini beranggapan bahwa pembawaan
itu tidak ada. John Locke menyatakan bahwa pada saat dilahirkan, jiwa individu
dalam keadaan kosong (ibarat tabularasa yang belum tertulis), dan lingkunganlah
yang akan mengisi kekosongan tersebut.
2. Menurut
Teori Nativisme
Teori nativisme dengan tokohnya ARTHUR SCHOPENHASUER
(1788-1880), beranggapan bahwa perkembangan individu semata-mata ditentukan
oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir (pembawaan). Bila individu
dilahirkan dengan pembawaan yang baik dengan sendirinya perkembangannya anak
baik, dan sebaliknya.
3.
Menurut
Teori Konvergensi
Teori konvergensi disebut juga teori interaksionisme.
Teori ini dikemukakan oleh WILLIAM STERN (1871-1939). Menurut Stern,
perkembangan individu merupakan hasil perpaduan atau interaksi antara faktor
pembawaan dengan faktor lingkungan. Pembawaan sudah ada pada masing-masing
individu sejak kelahirannya.
Secara garis
besarnya Pertumbuhan dan perkembangan manusia merupakan hasil interaksi antara
faktor internal,faktor eksternal,dan faktor umum lainnya. secara garis besarnya, faktor-faktor tersebut dapat
dibedakan atas tiga faktor,yaitu:
1).Faktor
yang berasal dari dalam individu (faktor internal)
a.
Gen, adalah faktor pembawa sifat menurun
yang terdapat di dalam sel makhluk hidupyang tersusun dari DNA,yakni molekul
kompleks yang berisi informai genetika yang berpengaruh pada setiap struktur
makhluk hidup dan perkembangannya, pentingnya genetika dan keturunan bagi
cirri-ciri fisik seperti warna mata,tinggi badan,dan lainya tlah ditetapkan
dengan tegas. walaupun gen bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhinya. Namun,
Sejak- awal tahun 1980-an semakin diakuinya pengaruh keturunan (genetik)
terhadap perbedaan individu. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian
perilaku genetik yang mendukung, pentingnya pengaruh keturunan menunjukkan
tentang pentingnya pengaruh lingkungan
Perilaku yang kompleks yang menarik minat para ahli psikologi (misalnya
temperamen, kecerdasan dan kepribadian) mendapat pengaruh yang sama kuatnya
baik dari faktor-faktor lingkungan maupun keturunan (genetik).
b.
Hormon, merupakan
senyawa organik (zat kimia) pada manusia dan sebagian hewan. Hormon dihasilkan
oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin merupakan kelenjar buntu, artinya
kelenjar itu tidak memiliki saluran. Hasil sekresi kelenjar endokrin (hormon)
langsung masuk ke pembuluh darah. Hormon diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah.
Hormon mempengaruhi reproduksi, metabolisme, serta pertumbuhan dan perkembangan
pada manusia dan sebagian hewan. Pada manusia, hormon pertumbuhan (Growth
Hormone/GH) mempengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang. Seseorang yang
kelebihan hormon akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa/gigantisme.
Sebaliknya, jika seseorang kekurangan hormon pertumbuhan maka dapat
mengakibatkan kekerdilan. Hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar gondok
(kelenjar tiroid) mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Bila pada
masa kanak-kanak kekurangan hormon tiroksin mengakibatkan kretinisme.
Kretinisme yaitu pertumbuhan yang lambat dan mental yang terbelakang, sehingga
perkembangannya juga terhambat.
c.
Sifat-sifat
keturunan,sifat-sifat keturunan yang individu dipusakai
dari orangtua atau nenek moyang dapat berupa fisik dan mental. Mengenai fisik
misalnya bentuk muka,hidung,bentuk badan,suatu penyakit.sedangkan mengenai
mental misalnya sifat pemalas, sifat pemarah,pendiam,dan sebagainya. Dengan
demikian jelaslah bahwa sifat-sifat keturunan ikut mnentukan perkembangan seseorang.
mekipun demikian, karena sifat-sifat keturunan seumpma bibit yang tumbuhnya
dpat dipengruhi dan dipupuk ke arh yang baik atau yang buruk,maka ini berarti
bahwa pendidikan dan lingkungn dapat menghambat tumbuhnya sifat-sifat yang baik
dan mengembangkan sifat-sifat yang baik.
d.
Bakat atau bawaan, anak dilahirkan dengan membawa
bakat-bakat tertentu. Bakat ini dapat diumpamakan sebagai bibit kesanggupan
atau bibit kemungkinan yang terkndung dalam diri anak. setiap individu memiliki
bermacam-macam bakat sebagai pembawanya. seperti bakat musik,seni,agama,akal yang tajam,dan sebaginya.
anak yang mempunyai bakat music misalnya,niscaya minat dan perhatiannya akan
sangat besar terhadap musik. Ia akan mudah mempelajarinya,mudah mencapai
kecakapan-kecakapan yang berhubungan dengan musik.apabila didukung oleh
pendidikan dan lingkungan yang mendukung bakatnya.dengan demikian jelaslah
bahwa bakat atau pembawaan mempunyai pengaruh terhadap perkembangan individu.
e.
Dorongan dan instink, dorongan
adalah kodrat hidup yang mendorong manusia melaksankan sesuatu atau bertindak
pada saatnya.sedangkan instink atau naluri adalah kesanggupan atau ilmu
tersembunyi yang menyuruh atau membiikan kepada manusia bagaimana cara
melaksanakan dorongan batin. kemampuan instink merupakan pembawaan sejak
lahir,yang dalam psikologi kemampuan instink ini termauk kapabilitas,yaitu
kemampun berbuat sesuatu dengan tanpa melalui belajar,seperti dorongan
mempertahnkan diri misalnya pada bayi ketika mencari makan.dengan instink yang
dimilikinya ia berusaha menangis saat kelaparan untuk mencari susu
ibunya,sehingga memperoleh mkanan untuk mempertahankan hidupnya.dorongan dan
instink ini juga sangat berpengaruh besar dalam perkembangan indvidu.
2). Faktor yang
berasal dari luar diri individu(eksternal)
Sebagaimana
telah dijelaskan bawa perkembangan ini didorong dari dalam,dan didorong dri
luar,dan dorongan itu dapat melaju atau trhmbt oleh factor-faktor yang brada di
luar dirinya.diantara faktor luar itu adalah:
a.
Nutrisi/Makanan, merupakan
faktor yang sangatlah berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan individu,terutama
pada tahun-tahun pertama kehidupan anak, oleh sebab itu dalam rangka
prkembangan dan pertumbuhan anak menjadi sehat dan kuat ,perlu memperhatikan
makanan yang bergizi agar dapat menjmin prtumbuhn yang sempurna. Nutrisi bagi
manusia dapat berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Protein
merupakan bahan pembangun sel-sel tubuh. Oleh karena itu dalam masa pertumbuhan
harus mendapatkan protein yang cukup.
Akan tetapi
apabila ditinjau dalam prpspektif agama islam,makanan yang mengandung gizi saja
tidak cukup dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, melainkan harus
disempurnakan dengan tingkat kehalalan dan kebersihan dari makanan itu sendiri,
sebagaimana firman Allah: ”Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari
apa yang telah di rezekikan kepadamu…(QS.Al-Maidah;88). Pentingnya
memperhatikan kualitas makanan dari segi kehalalanya karena menurut islam
makanan mempunyai pengaruh yang besar, tidak saja terhadap pertumbuhandan
kesehatan jasmani manusia.melainkan juga terhadap perkembangan jiwa, pikiran
dan tingkah laku seseorang.
b. Iklim, atau keadaan
cuaca juga berpengaruh terhadap perkembangan dan kehidupan anak.sifat-ifat
iklim alam dan udara mempengaruhi pula sifat-sifat individu dan jiwa bangsa
yang berbeda dalam iklim yang bersangkutan. Seseoreamg yamg hidup dalam iklim
tropi yang kaya raya misalnya,akan terlihat jiwanya lebih tenang dibandingkan
dengan seseorang yang hidup di iklim dingin. Sehingga perjuangan hidupnya pun
cenderung lebih santai.hal ini juga terlihat pada besar tubuh seorang
anak.kesehatan dan kematangan usianya banyak dipengaruhi oleh banyak udara yang
segar dan bersih serta sinar matahari yang diperolehnya,khususnya pada
tahun-tahun pertama dari kehidupannya. Kenyataan itu akan lebih nyata jika kita
membandingkan antara anak-anak yang hidup dilingkungan yang baik dan sehat
dengan anak-anak yang hidup di lingkungan yang
buruk(kumuh) dan tidak sehat.keadaan iklim dan lingkungan tersebut cukup
berpngeruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan mental anak,meskipun para ahli
masih terus berdebat tentang ejauh mana pengaruh-pengaruh itu terjadi pada
perkembangan seorang anak.
c. Ekonomi, latar
ekonomi juga berpengaruh terhadap perkembangan anak, orangtua yang ekonominya
lemah, yang tidak sanggup memenuhi kebutuhan pokok anaknya dengan baik,erring
kurang memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak-anakjnya. Mereka
menderita kekurangan-kekurangan secara ekonomis, sehingga menghambat
pertumbuhan jasmani dan perkembangan jiwa anaknya.Bahkan tidak jarang tekanan
ekonomi mengakibatkan pada tekaan jiwa yang pada gilirannya menimbulkan konflik
antara Ibu dan Bapak,antara anak dan Orangtua,sehingga melahirkan rasa rendah
diri pada anak.
d. Kebudayaan, latar
belakang suatu bangsa sedikit banyak juga mempengaruhi pertkembangan
seseorang.Misalnya latar belakang budaya desa, keadaan jiwnya masih murni,maih
yakn akan kebesaran dan Kekuasaan Tuhan,akan terlihat lebih tenag, karena
jiwanya masih berada dalam lingkungan kultur,kebudayaan bangsa sendiri yang
mengandung petunjuk-petunjuk dan falsafah yang diramu dari pandangan hidup
keagamaan. Lain halnya dengan eseorang yang hidup dalm kebudayaan kota yang
sudah dipengaruhi oleh kebudayaan asing.
e. Lingkungan Faktor ini yang memberi pengaruh cukup besar terhadap
pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seorang tumbuh dan di besarkan,
norma dalam keluarga, pengaruh-pengaruh lain seseorang manusia dapat alami.
Faktor lingkungan ini mempunyai peranan penting dalam membentuk kepribadian karena
kedudukan anak dalam lingkungan keluarga ini sangat berpengaruh bagi kehidupan
seseorang
f. Sosial, sejalan dengnan
pertumbuhan badannya, bayi yang telah menjadi anak dan seterusnya dan menjadi
dewasa akan mengenal lingkungan yang luas dan mengenal banyak manusia.
Perkenalan dengan oranbg lain dimulai dengan mengenal ibunya, kemudian mengenal
ayahnya dan saudara-saudaranya dan akhirnya mengenal manusia diluar
keluarganya. Selanjutnya manusia yang dikenalnya semakin banyak dan amat
heterogen, namunp pada umumnya setiap anak akan lebih tertarik pada teman
sebayanya. Anak membentuk kelompok sebanya sebagai dunianya, memahami dunia
anak, dan kemudian dunia pergaulan yang lebih luas. Akhirnya manusia mengenal
kehidupan bersama, kemudian bermasyarakat atau berkehidupan sosial. Dalam
perkembangannya setiap manusia pada akhirnya mengetahui bahwa manusia itu
saling membantu dan dibantu, memberi dan diberi.
3).Faktor-Faktor
Umum
Faktor-faktor umum maksudnya unsur-unsur yang dapat digolongkan kedalam
kedua penggolongan tersebut diatas,yaitu factor dari dalam(internal)dan dari
luar (eksternal) diri individu. Dengan kata lain jika faktor-faktor.yang
mempengaruhi perkembangan itu merupakan campuran dari kedua unsur tersebut, maka
dikatakan sebagai faktor umum,diantara faktor-faktor umum itu ialah:
a.
Intelegensi merupakan salah satu faktor umum yag
mempengaruhi perkembangan anak.Tingkat inelegensi yang tinggi erat kaitannya
dengn kecepatan perkembangan.sedangkan tingkat intelegensi yang rendah erat
kaitannya dengan kelambanan perkembangan.Kecerdasan atau daya pikir berkembang
sejalan dengan pertumbuhan saraf otak. Pertumbuhan saraf yang telah matang akan
diikuti oleh fungsinya dengan baik, dan oleh karena itu seorang manusia akan
juga mengalami perkembangan kemampuan berpikirnya. Arthur Jensen (1969)
mengemukakan pendapatnya bahwal kecerdasan itu diwariskan (diturunkan). Ia juga
mengemukakan bahwa lingkungan dan budaya hanya mempunyai peranan minim dalam
kecerdasan. Perkembangan lebih lanjut tentang perkembangan kecerdasan ini
ditunjukkan pada prilakunya, yaitu tindakan menolak dan memilih sesuatu.
Tindakan itu telah mendapatkan proses pertimbangan atau lebih dikenal dengan
proses analisis, evaluasi, sampai dengan kemanpuan menarik kesimpulan dan
keputusan. Ketika seseorang bisa melakukan peramalan atau perediksi,
perencanaan dan berbagai kemampuan analisis dan sintesis, hal ini dikenal
dengan perkembangan kognitif.
b.
Ras menurut beberapa ilmuan ras juga
turut mempengaruhi perkembangan individu.Misany,anak-anak dari Ras Mediterranan
sekiuar laut tengah mengalami perkembangan fisik lbih cepat dibandingkan dengan
anak-anak Negro dan Ras Indian,ternyta perkembngannya lebih cepat dibandingan
dengan anak-anak dari ras bangsa-bngsa yang berkulit putih dan kuning.
c.
Kesehatan, merupakan salah satu faktor umum
yang mempengarui perkembanan individu. Mereka yang kesehatan mental dan
fisiknya baik dan sempurna akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang
memadai,sebaiknya mereka yang mengalami gangguan kesehatan, baik secara ental
maupun fisik,perkembangan dan pertumbuhannya juga akan mengalami hambatan.
d.
Jenis kelamin, juga merupakan peranan yang
penting dalam perkembangan fisik dan mental eorang anak.dalam hal anak yang
baru lahir misalnya,anak laki-laki sedikitg lebih besar dari pada anak
perempuan,tetapi kemudian anak perempuan tumbuh lebih cepat daripada anak
laki-laki.demikian juga dalam hal kematangannya, anak perempuan lebih dahulu
dari anak laki-laki.
e.
Sikap, Nilai
dan Moral
Bloom (Woolfolk dan Nicolich, 1984: 390) mengemukakan bahwa tujuan akhir
dari proses belajar kelompok menjadi tiga sasaran, yaitu penguasaaan
pengetahuan (kognitif), penguasaaan nilai dan sikap (afektif) dan penguasaan
psikomorik.
Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikis manusia, manusia mulai
dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan hal-hal yang boleh dan hal-hal
yang tidak boleh, yang harus dilakukan dan yang dilarang. Menurut Piaget,
pada awal pengenalan nilai dan prilaku seta tindakan iti masih bersifat “paksaan”.
Akan tetspi sejalan dengan perkembangan inteleknya berangsur-angsur manusia
mulai berbagai ketentuan yang berlaku di dalam keluarga dan semakin lama
semakin luas sampai dengan ketentuan yang berlaku di dalam masyarakat dan
Negara.
E.
Aliran-aliran dalam Pertumbuhan dan
Perekmbangan Manusia dalam ilmu Pendidikan
Aliran-aliran
pendidikan telah dimulai sejak awal hidup manusia, karena setiap kelompok
manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannyayang memerlukan
pendidikan yang lebih baik dari orangtuanya. diantara aliran-aliran pendidikan
yang ada yaitu:
1.
Aliran Nativisme.
Nativisme
adalah suatu aliran yang secara ekstri menyatakan bahwa perkembangan manusia
itu sepenuhnya ditentukan oleh faktor pembawaan atau faktor-faktor yang dibawa
sejak lahir. Para ahli yang berpendirian Nativis biasanya mempertahankan
kebenaran konsep ini dengan menunjukkan berbagai kesamaan atau kemiripan antara
orang tua dengan anak-anaknya.[13][5]
Nativisme adalah sebuah doktrin filosofis yang
berpengaruh besar terhadap aliran pemikiran psikologis. Tokoh utama aliran ini
bernama Arthur Schopenhauer (1788-1860) seorang filosof Jerman. Aliran
filosof natifisme konon dijuluki sebagai aliran psimistis yang memandang segala
sesuatu dengan kaca mata hitam. karena para ahli penganut aliran ini
berkeyakinan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya,
sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa.
Diantara
ahli yang dipandang sebagai nativis ialah Noam A. Chomsky kelahiran
1928, seorang ahli linguistic yang sangat terkenal hingga saat ini. Chomsky
menganggap bahwa perkembangan penguasaan bahasa pada manusia tidak dapat
dijelaskan semata-mata oleh proses belajar, tetapi juga (yang lebih penting)
oleh adanya “biological predisposition” (kecenderungan biologis) yang dibawa
sejak lahir.
Namun
demikian, Chomsky tidak menafikan sama sekali peranan belajar dan pengalaman
berbahasa, juga lingkungan. Baginya, semua ini ada pengaruhnya, tetapi pengaruh
pembawaan bertata bahasa jauh lebih besar lagi bagi perkembangan bahasa manusia
(Bruno, 1987).
Aliran
ini berpendapat bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang
dibawa sejak lahir itulah yang menentukan perkembangannya dalam kehidupan.
Nativisme berkeyakinan bahwa pendidikan tidak dapat mengubah sifat-sifat
pembawaaan. Dengan demikian menurut mereka pendidikan tidak membawa manfaat
bagi manusia. Karena keyakinannya yang demikian itulah maka mereka di dalam
ilmu pendidikan disebut juga aliran Pesimisme Paedagogis. Tokoh aliran ini
adalah Schopenhaeur seorang filosof bangsa jerman. Nativisme berasal dari
kata dasar natus = lahir, nativius = kelahiran, pembawaaan.
Kalau dipandang
dari segi ilmu pendidikan tidak dapat dibenarkan: sebab jika benar segala
sesuatu itu tergantung pada dasar, jadi pengaruh lingkungan dan pendidikan
dianggap tidak ada, maka konsekuensinya harus harus kita tutup saja semua
sekolah, sebab sekolah tidak mampu mengubah anak yang membutuhkan pertolongan.
Tidak perlu para ibu, guru, orang tua mendidik anak-anak karena hal itu tidak
aka nada gunanya, tak dapat memperbaiki keadaan yang sudah tersedia (ada)
menurut dasar. Akan tetapi hal yang demikian itu justru bertentangan dengan
kenyataan yang kita hadapi, karena sudah ternyata sejak zaman dahulu hingga
sekarang orang berusaha mendidik generasi muda, karena pendidikan itu adalah
hal yang dapat, perlu, bahkan harus dilakukan. Jadi konsepsi nativisme itu
tidak dapat dipertahankan dan tidak di pertanggung jawabkan.
Dengan
demikian,faktor lingkungan atau pendidikan menurut aliran ini dikembangkan
seseorang. Dalam ilmu pendidikan ini dikenal sebagai ilmu pedagogik pesimisme,
yaitu pendidikan tidak dapat mempengaruhi perkembangan anak kearah kedewasaan
yang dikehendaki oleh pendidikan.
2. Aliran Empirisme.
Menurut teori ini lingkungan adalah yang
menjadi penentu perkembangan seseorang. Baik buruknya perkembangan pribadi
seseorang sepenuhnya ditentukan oleh lingkungan atau pendidikan. Jadi,teori ini
menganggap bahwa faktor pembawaan tidak berperan sama sekali dalam proses
perkembangan manusia.[14][6]
bertolak
dari Lockean Tradition yang mementingkan stimulasi eksternal dalam
perkembangan manusia, dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada
lingkungan, sedangkan pembawaan tidak dipentingkan.
Pengalaman
yang diperoleh anak dalam kehidupan sehari-hari di dapat dari dunia sekitarnya
yang berupa pengetahuan. Pengetahuan ini berasal dari alam bebas ataupun
diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk program pendidikan.
Tokoh
perintis pandangan ini adalah seorang filsuf Inggris bernama John Locke
(1704-1932) yang mengembangkan teori “Tabula Rasa”, yakni anak lahir di dunia
bagaikan kertas putih yang bersih. Pengalaman yang diperoleh dari lingkungan
akan berpengaruh besar dalam menentukan perkembangan anak.
Aliran
empirisme dipandang berat sebelah, sebab hanya mementingkan peranan pengalaman
yang diperoleh dari lingkungan. Sedangkan kemampuan dasar yang dibawa anak
sejak lahir dianggap tidak menentukan, menurut kenyataan dalam kehidupan
sehari-hari terdapat anak yang berhasil karena berbakat, meskipun lingkungan
sekitarnya tidak mendukung.[
Kebalikan
dari aliran nativisme adalah aliran empirisme (empiricisim) dengan tokoh utama
John Locke (1632-1704). Nama asli aliran ini adalah “The School of British
Empircism” (aliran empirisme inggris). Namun, aliran lebih berpengaruh terhadap
para pemikir Amerika Serikat, sehingga melahirkan sebuah aliran filsafat
bernama “environmentalisme” (aliran lingkungan) dan psikologi bernama
“environmental psychology” (psikologi lingkungan) yang relatif masih baru
(Rober, 1988).
Doktrin
aliran empirisme yang amat mashyur adalah “tabula rasa”, sebuah istilah g
berarti batu tulis kosong atau lembaran kosong (blank slate/blank
tablet). Doktrin tabula rasa menekankan arti penting pengalaman, lingkungan,
dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata-mata bergantung
pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya, sedangkan bakat dan pembawaan
sejak lahir dianggap tidak ada pengaruhnya.
Dalam hal ini para penganut empirisme (bukan
empirisme) menganggap setiap anak lahir seperti tabula rasa, dalam keadaan
kosong, tak punya kemampuan dan bakat apa-apa. Hendak menjadi apa seorang anak
kelak bergantung pada pengalaman/lingkungan yang mendidiknya.
Jika seorang siswa memperoleh kesempatan yang
memadai untuk mempelajari ilmu politik, tentu kelak ia akan menjadi seorang
polisi. Karena ia memiliki pengalaman belajar di bidang politik, ia tak akan
pernah menjadi pemusik, walaupun orang tuanya pemusik sejati.
Kelemahan
aliran ini adalah hanya mementingkan pengalaman, sedangkan kemampuan dasar yang
di bawa anak sejak lahir, di kesampingkan.
Padahal ada anak yang berbakat dan berhasil meskipun lungkungan tidak
terlalu mendukung.
Aliran
ini berpendapat bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh faktor
lingkungan atau pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil.
Manusia
dapat dididik menjadi apa saja (kearah yang baik atau kearah yang buruk)
menurut kehendak lingkungan atau pendidik-pendidiknya.
Dengan demikian pendidikan diyakini sebagai
sebagai maha kuasa bagi pembentukan anak didik. Karena pendapatnya yang
demikian, maka dalam ilmu pendidikan disebut juga Aliran Optimisme Paedagogis.
Tokoh aliran ini yaitu John Locke.
3. Aliran
Konvergensi.
Sesuai dengan namanya,Konvergensi yaitu teori
yang menjembatani atau menengahi kedua teori atau paham sebelumnya yang
bersifat ekstrim yaitu teori nativisme dan empirisme. Sesuai dengan namanya
konvergensi yang artinya perpaduan,maka berarti teori ini tidak memihak bahkan
memadukan pengaruh kedua unsur pembawaan maupun unsur lingkungan,kedua-duanya
sama-sama merupakan faktor yang dominan pengaruhnya bagi perkembangan. Menurut
teori ini baik unsur pembawaan maupun unsur lingkungan kedua-duanya sama-sama
merupakan faktor yang dominan pengaruhnya bagi perkembangan seseorang.[15][7]
Aliran konvergensi (convergence) merupakan
gabungan antara aliran empirisisme dengan aliran nativisme. Aliran ini
menggabungkan arti penting hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai factor-faktor
yang berpengaruh dalam perkembangan manusia. Tokoh utama konvergensi bernama
Louis William Stren (1871-1938), seorang filosof dan psikolog Jerman.
Aliran filsafat yang dipeloporinya disebut
“personalisme”, sebuah pemikiran filosofis yang sangat berpengaruh terhadap
disiplin-disiplin ilmu yang berkaitan dengan manusia. Di antara disiplin ilmu
yang menggunakan asas personalisme adalah “personologi” yang mengembangkan
teori yang komprehensif (luas dan lengkap) mengenai kepribadian manusia (Rober,
1988).
Berdasarkan
uraian mengenai aliran-aliran doktrin filosofis yang berhubungan dengan proses
perkembangan diatas, penyusun pandangan bahwa factor yang memengaruhi tinggi
rendahnya mutu hasil perkembangan siswa pada dasarnya terdiri atas dua macam:
a. Faktor Internal yaitu faktor yang ada dalam
diri siswa itu sendiri yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu
yang turut mengembangkan dirinya sendiri.
b. Faktor Eksternal yaitu hal-hal yang datang atau
ada diluar diri siswa yang meliputi lingkungan (khususnya pendidikan) dan
pengalaman berinteraksi siswa tersebut dengan lingkungannya.
Perintis aliran ini adalah William Stern
(1871-1939), seorang ahli pndidikan bangsa jerman yang berpendapat bahwa
seorang anak dilahirkan di dunia sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan
buruk. Penganut aliran ini berpendapat bahwa dalam proses perkembangan anak,
baik factor pembawaan maupun factor lingkungan sama-sama mempunyai peranan yang
sangat penting. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan
baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan bakat itu.
Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan perkembangan anak
yang optimal kalau memang pada diri anak tidak terdapat bakat yang diperlukan
untuk mengembangkan itu. Sebagai contoh, hakikat kemampuan anak manusia
berbahasa dengan kata-kata, adalah juga hasil konvergensi.
Teori
W. Stern disebut teori konvergensi (konvergen artinya memusat kesatu titik).
Jadi menurut teori konvergensi:
1) Pendidikan mungkin untuk dilaksanakan.
2)
Pendidikan diartikan sebagai pertolongan yang diberikan lingkungan
kepada anak didik untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah
berkembangnya potensi yang kurang baik.
3)
Yang membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan.
Aliran
konvergensi pada umumnya diterima secara luas sebagai pandangan yang tepat
dalam memahami tumbuh-kembang manusia. Meskipun demikian, terdapat variasi
pendapat tentang factor mana yang paling penting dalam menentukan
tumbuh-kembang itu. Dari sisi lain, variasi pendapat itu juga melahirkan
berbagai pendapat/gagasan tentang belajar mengajar, seperti peran guru sebagai
fasilitator ataukah informator, teknik penilaian pencapaian siswa dengan tes
objektif atau tes esai, perumusan tujuan pengajaran yang sangat behavioral,
penekanan pada peran teknologi pengajaran (The Teaching Machine, belajar
berprogram, dan lain-lain). dan sebagainya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan yang ada pada bab sebelumnya maka dapat ditarik suatu kesimpulan
sebagai berikut :
Pertumbuhan dan Perkembangan adalah dua buah kata yang
mempunyai maksud hampir sama namun memiliki arti yang berbeda. Semua makhluk
hidup atau organisme dalam hidupnya mengalami proses perubahan biologis.
Perubahan tersebut terjadi disebabkan semua organisme mengalami pertumbuhan dan
perkembangan.
Pertumbuhan(Growth)adalah perubahan KUANTITATIF (
berupa pembesaran atau pertambahan dari tidak ada menjadi ada, dari kecil
menjadi besar, dst ) pada materiil sesuatu akibat dari adanya pengaruh dari
lingkungan. Contoh : munculnya gigi baru, semakin bertambahnya jumlah gigi,
semakin bertambahnya tinggi badan, dst.
Perkembangan ( Development ) adalah suatu proses perubahan ke arah kedewasaan
atau pematangan yang bersifat KUALITATIF ( ditekankan pada segi fungsional )
akibat adanya proses pertumbuhan materiil dan hasil belajar dan biasanya tidak
dapat diukur. Contoh : pematangan sel ovum dan sperma, munculnya kemampuan
berdiri dan berjalan, dst.
Perkembangan dan pertumbuhan manusia adalah
Perkembangan dapat diartikan sebagai “perubahan yang progresif dan kontinyu
(berkesinambungan) dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati. Pengertian
lain dari perkembangan adalah “perubahan-perubahan yang alami individu atau
organisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya yang berlangsung
secara sistematis, progresif dan berkesinambungan baik menyangkut fisik
(jasmaniah) maupun psikis dan memiliki tugas serta tahapan-tahapan perkembangan
dan pertumbuhan manusia dari awal kehidupannya hingga akhir kehidupan
B. Kritik dan Saran
Saran yang bersifat membangun selalu
saya harapkan demi perbaikan makalah ini. Dalam makalah ini. Saya menyadari bahwa makalah
ini belumlah sempurna seperti apa yang teman-teman harapkan. untuk itu, jika
terdapat kesalahan atau kekeliruan baik dalam pengetikan maupun dari
presentasinya, penulis sangat mengaharap kritikan dan saran-sarannya dari
teman-teman sekalian, dan membangun motivasi saya dalam penulisan makalah yang
akan dating.. akhirnya penulis ucapkan terimakasih
DAFTAR PUSTAKA
Hasan
Aliah B. Purwakania. 2006. Psikologi Perkembangan Islami.Jakarta.PT.
Raja Grafindo.
Diane E. Papalia, Dkk, 2008 Human
Development, terjemahan A. K. Anwar, Jakarta : Kencana.
Dariato Agoes. 2007. Psikologi Perkembagan Anak Tiga Tahun pertama.
Bandung. PT Refika Aditama.
Jhon W. Santrock, 2007. Perkembangan
Anak, terjemahan Mila Rachmawati, Jakarta : Erlangga
H.Syamsu Yusuf LN M.Pd, 2000.psikologi
perkembangan anak dan remaja. Bandung
;PT.Remaja Rosdakarya
Tohirin.2008.psikologi
Pembelajaran Pendidkan Agama Islam.Jakarta: PT.Raja Gravindo Persada.
Soetjiningsih.2014.Tumbuh kembang anak dan Permasalahannya.Jakarta:CV Sagung Seto.
Drs.H.M.Alisuf sabri, 1996.psikologi
pendidikan .Jakarta : pedoman ilmu jaya.
Hasan Aliah B. Purwakania.. Psikologi
Perkembangan Islami.(Jakarta.PT. Raja Grafindo).2006.hlm.46
Diane E. Papalia, Dkk, Human
Development, terjemahan A. K.
Anwar, (Jakarta : Kencana, 2008)hal.24
Dariato Agoes. Psikologi
Perkembagan Anak Tiga Tahun pertama. (Bandung. PT Refika Aditama. 2007 )hlm.16
Jhon W.
Santrock, Perkembangan Anak, terjemahan Mila Rachmawati, ( Jakarta
: Erlangga,2007 )hal.66-69
Yusuf Syamsu ,Psikologi
Perkembangan Anak & Remaja,(bandung:PT Remaja Rosdakarya,2006)hlm.73-74
H.Syamsu Yusuf LN M.Pd,
psikologi perkembangan anak dan remaja (PT.Remaja
Rosdakarya Bandung : 2000) hal 39-41
.Upton Penney, ,Psikologi
Perkembangan,(Jakarta:erlangga.2012)hlm.32
Tohirin..psikologi
Pembelajaran Pendidkan Agama Islam.(Jakarta: PT.Raja Gravindo Persada.2008)hlm.15
.Soetjiningsih. Tumbuh kembang anak dan Permasalahannya. (Jakarta:CV Sagung Seto.
2014.)hlm.95
Drs.H.M.Alisuf sabri,
psikologi pendidikan (pedoman ilmu jaya,Jakarta :
1996) hal : 35-36